|
Monday, 08 December 2008 |
|
MENELADANI KELUARGA NABI IBRAHIM : DENGAN BEKAL KESHALEHAN ORANGTUA DAN ANAK, KECINTAAN KEPADA SHALAT DAN MASJID, MENUJU BAHAGIA DUNIA AKHIRAT (Click Here Download PDF) [1] Heru Susetyo[2] Al Qur’an Surat Ash Shaffaat (37) 100. Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. 101. Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar (Ismail) 102. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar." 103. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ). 104. Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim, 105. sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. |
|
Read more...
|
|
|
Sunday, 29 June 2008 |
Istri Sholehah Oleh : Selvia Lirita Dalam sebuah percakapan…. A : De, mau gak bantuin abang cuciin sepatu olahraga abang ? Katanya pengin jadi istri sholehah ? hehe2x… B : Gak ah, lagi gak pengin jadi istri sholehah… A : Lho kok ? Kan abang pengin punya istri yang sholehah, gimana sih ? B : Mang istri sholehah itu yang gimana ‘n seperti apa bang ? A : Istri sholehah itu patuh pada suami dalam kebenaran, jika dipandang bisa menyenangkan hati suami, jika suami pergi bisa jaga harta suami dan bisa jaga kehormatan diri, gak sungkan bantu pekerjaan suami, taat beribadah, dsb. Gimana ? Bisa gak jadi istri sholehah ? B : Insya Allah… Menjadi istri sholehah ialah cita-cita seorang muslimah yang telah berumah tangga. Rasulullah SAW pernah bersabda : “Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri yang sholehah”. Sesuatu yang begitu indah dipandang mata yang menjadi incaran semua orang hanyalah bagian dari perhiasan dunia. Namun diantara itu semua itu, “Wanita Sholehah” lah yang paling utama. |
|
Read more...
|
|
|
Melalui Internet, Muslimah Mengembangkan Diri |
|
|
|
|
Tuesday, 27 May 2008 |
|
Melalui Internet, Muslimah Mengembangkan Diri Oleh : Selvia Lirita Dalam edisi terbarunya, majalah Times menyebutkan 100 orang yang saat ini paling berpengaruh di dunia. Ada beberapa wanita di antaranya Hillary Clinton dan Oprah Winfrey, sebagai wanita sukses dan telah menginspirasi sekian banyak orang di dunia. Bila kita berkaca pada sosok wanita sukses di atas, mengapa mereka dapat mengisi hidupnya dengan sukses dan penuh manfaat, ialah karena mereka memiliki ilmu dan keahlian yang terus diasah, serta cita-cita dan impian besar yang terus dicapai. Dalam diri seorang muslimah sebenarnya tersimpan mutiara terpendam yang sangat berharga, yang membuat dirinya lebih tinggi daripada yang lain. Mutiara itu ialah keimanan yang mendasar dalam hatinya, serta tujuan dan misi hidupnya yang sungguh mulia yaitu mencapai keridhoan dan surga Allah SWT. Dengan misi ini, muslimah akan terus optimis dan beraktivitas manfaat sepanjang hidupnya. Namun permasalahan yang terjadi saat ini, sulit menemukan sosok muslimah yang tangguh dan dapat menjadi teladan. Permasalahan muslimah saat ini ialah: - Malas membuka dan mengembangkan diri
- Terperdaya dengan persoalan duniawi dan ghozwul fikri (perang pemikiran)
- Lebih suka dengan hal-hal remeh misalnya bergosip
- Terombang-ambing dalam isu gender, seperti muslimah yang selalu terkungkung dan tak dapat mengembangkan potensi, atau wanita dengan emansipasi tanpa batas dan terlampau bebas
- Hambatan psikologis tidak percaya diri, cenderung gagap teknologi
Akan sangat disayangkan apabila potensi dalam diri muslimah dibiarkan begitu saja. Dalam buku ESQ (Emotional and Spiritual Quotient)[1], bahwasanya seseorang dapat menjadi sukses dikarenakan mereka menggunakan potensi dirinya dengan baik, yaitu potensi akal, emosi, dan spiritual yang dimilikinya, juga karena mereka selalu mengembangkan diri, dan terus membekali diri. |
|
Read more...
|
|
|
Yuk, Mengajar Anak Menghafal Quran |
|
|
|
|
Tuesday, 27 May 2008 |
Yuk, Mengajar Anak Menghafal Quran Oleh: Selvia Lirita (dari Berbagai Sumber: Rumah Qurani) Akanlah sangat bahagianya orangtua juga seluruh kaum muslimin bila banyak doktor cilik yang hafal dan paham Quran seperti halnya Sayyid Muhammad Husein. Dia seorang anak Iran, yang dikaruniai Allah karunia terindah, kemampuan hafal dan memahami Al-Qur'an di usia yang sangat belia. Di usia 5 tahun, Sayyid Muhammad Husein Tabataba'i sudah bisa menghafal seluruh isi Al-Qur'an dan menerjemahkannya, ia juga bisa memahami makna ayat-ayat tersebut dan menggunakannya dalam percakapan sehari-hari. Subhanallah, generasi yang cinta Al Quran dan berakhlak Qurani tentunya adalah dambaan kita semua. Berikut cara yang mudah dan menyenangkan untuk mengajar anak menghafal Al-Quran (metode Rumah Qurani): 1. Lakukan proses menghafal dengan suasana yang menyenangkan dan komprehensif a. Memahamkan kepada anak makna ayat yang sedang dihafal dengan menggunakan isyarat tangan. Misalnya ketika mengajarkan surat Al-Ikhlas: Qul huwal-Laahu ahad Qul (artinya: katakanlah) -> tangan menunjuk ke mulut Huwal- (artinya: Dia) -> jari telunjuk menunjuk ke atas Laahu (artinya: Allah) -> jari telunjuk menunjuk ke atas Ahad (artinya: satu) -> tangan menunjukkan bilangan satu |
|
Read more...
|
|
|
Tuesday, 27 May 2008 |
|
Belajar dari Shahabiyah Oleh : Selvia Lirita Kehidupan para shahabiyah (istri dan sahabat-sahabat wanita) di zaman Rasulullah sarat dengan kebersahajaan, kelembutan dan ketegaran. Mereka adalah wanita-wanita yang telah teruji keimanan dan ketakwaannya kepada Allah dan ikut berperan dalam merenda sejarah dan peradaban Islam.. Belajar dari shahabiyah ialah meneladani dan menghayati relung keimanan mereka yang begitu mendalam kepada Allah SWT dan kecintaan mereka kepada Allah, Rasul dan dien-Nya. Mengenang sosok Ibunda Khadijah, mengingatkan kita pada kelembutan dan keberaniannya dalam mendorong perjuangan suaminya. Ketika turun wahyu pertama, dan Rasulullah pulang dalam keadaan penuh ketakutan, Khadijah dengan senyuman dan kehangatannya, menyelimuti Rasulullah dan memberikan kenyamanan serta ketenangan pada diri Rasulullah. Khadijahlah orang yang pertama kali memeluk Islam dan mengakui kebenaran wahyu Allah SWT. Peran beliau sebagai istri sholihah, pemberi cahaya dan penyejuk jiwa, senantiasa dijadikan teladan sepanjang zaman. Yang menambah kekaguman pada diri beliau, Khadijah radiyallahu anha tidak hanya berperan sebagai seorang istri yang baik, namun juga sebagai seorang profesional yang sukses. Dengan keahliannya dalam berdagang dan memimpin usaha, telah menjadikannya sebagai business woman yang sukses, yang aktif mengekspor barang dagangannya ke negeri-negeri lain di luar Mekkah hingga berhasil mengangkat perekonomian umat.. |
|
Read more...
|
|
|
|